Thursday , 31 December 2015
follow twitter kami di @santriGD

Monthly Archives: April 2015

Keberislaman di Arab Saudi

Oleh: Irza A. Syaddad* Beberapa hari yang lalu (14/4/2015), di Arab Saudi, tepatnya di Madinah, terjadi pelaksanaan eksekusi mati oleh Zainab, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Madura. Zainab menjadi tersangka atas kasus pembunuhan istri majikannya yang bernama Noura al-Morobei pada 1999. Lebih dari 15 tahun, Zainab menunggu hasil hukuman qishos-nya tersebut—dibebaskan atau tetap dihukum—karena menunggu ahli waris korban hingga baligh ... Read More »

Gus Dur dan Sholawatan

Seperti biasa, di setiap akhir bulannya; lebih tepat nya di hari Rabu. Majlis Sholawat Gusdurian menyapa jama’ah sholawat MSG. Hampir satu tahun, Majlis ini mengudara, mengisi kekosongan kita dalam menyenandungkan sholawat Nabi. Dan, dibawah ini adalah kultwit dari isi pengajian kemarin, 29/4/2015. Semoga berkah dan bisa istiqomah. Amien. 1. Alhamdulillah, mlam ini, Majlis Sholawat Gusdurian kembali menggemakan sholawat di Pendapa ... Read More »

Islam: Agama Populer ataukah Elitis?

sumber : istimewa

Oleh: Abdurrahman Wahid Pada tahun­ 50­an dan 60­an, di Mesir terjadi perdebatan sengit tentang bahasa dan sastra Arab, antara para eksponen modernisasi dan eksponen tradisionalisasi. Dr Thaha Husein1, salah seorang tuna netra yang pernah menjabat menteri pendidikan dan pengajaran serta pelopor modernisasi, menganggap bahasa dan sastra Arab harus mengalami moderni­ sasi, jika diinginkan ia dapat menjadi wahana bagi perubahan­ perubahan ... Read More »

Radikalisme, Mushala dan Tradisi Sholawatan

Oleh: Nur Khoiriyah* Saya ingin menulis sebuah tulisan reflektif tentang hari ini. Karena hari ini saya tengah bahagia. Kebahagiaan saya yang pertama ialah terpasangnya spanduk penolakan terhadap kelompok radikalisme di pojok depan rumah, dalam hal ini adalah ISIS. Kedua, banyak remaja yang bershalawat ria di Mushala, yang pemandangan ini tidak seperti biasanya. Terlepas dari unsur subjektifitas dalam tulisan ini, saya ... Read More »

Feyerabend Von Jombang

guss

Saya tidak kenal secara pribadi dengan Gus Dur, tetapi saya mengaguminya walaupun tidak tanpa reservasi. Tokoh quirkology (=kelirulogi?) Jaya Suprana menyamakan Gus Dur dengan Sokrates. Itu ada benarnya sebab Gus Dur dan Sokrates sama-sama memiliki keberanian dan otonomi moral untuk berpihak kepada apa yang diyakini mereka sebagai kebenaran, apa pun risikonya. Gus Dur memang tidak merelakan jiwanya dengan mereguk racun ... Read More »

Konvensionalisme Gus Dur

Gus Dur “bikin perkara” lagi dari Cornell University, Ithaca, Amerika Serikat. Memang belum tentu orang akan “ribut”, setidak-tidaknya karena –terutama umat Islam- sudah imun terhadap kegendhengan cucu kiai Hasyim Asy’ari yang lahir tiga kilometer arah selatan dari dusun kelahiran ludruk itu. Namun, lemparan “bola” baru Gus Dur ini, betapapun akan tercatat sebagai investasi berikut dari dua kemungkinan hari depan kita ... Read More »

Islam: Sebuah Ajaran Kemasyarakatan

Oleh: Abdurrahman Wahid Charles Torrey menyatakan dalam disertasinya1, kitab suci al-Qurân sangat menarik bila dibandingkan dengan kitab suci agama lain. Kenapa ia menyatakan demikan? Karena, seperti dikatakannya, kitab suci tersebut menggunakan peristilah­ an profesional untuk menyatakan hal­hal yang paling dalam dari lubuk hati manusia. Dengan demikian, al-Qurân memberikan penghormatan yang sangat tinggi kepada profesi yang kita anut. “Barang siapa mengikuti ... Read More »

“Review Buku” Nilai-Nilai Pluralisme dalam Islam : Bingkai Gagasan yang Berserak

© istimewa

Oleh: Bayu Aristianto Walaupun merupakan karya kompilasi berbagai review berkaitan dengan pemikiran Gus Dur, buku ini menyajikan pola pandangan diantaranya Ahmad Baso, Budi Munawar Rahman, Marzuki Wahid, Siti Musdah Mulia, Abd A’la, Alai Najib, Hamami Zadah, hingga Muhammad Nurul Huda, ulasan dan uraian tulisan penulis muda diatas melingkup konsepsi pluralisme dalam islam pada bingkai aspek budaya, syariah, teologi, sejarah, sosiolog, ... Read More »

Tentang Sujud, Tuhan, dan Rasa

Oleh: Sarjoko Sujud. Saya rasa kata ini yang menginspirasi bangunan tempat orang Islam beribadah dinamakan masjid. Huruf ‘mim’ pada kata ‘sajada’ lalu di baca ‘masjidun’ merupakan isim makan, kata keterangan tempat. Sujud merupakan simbol kepasrahan sebenar-benarnya pasrah. Seorang ustadz pernah menerangkan bagaimana posisi sujud dalam shalat memiliki makna filosofi yang luar biasa.Namun hal tersebut jarang disadari, atau tidak pernah berusaha ... Read More »

Islam: Pribadi dan masyarakat

Oleh: Abdurrahman Wahid Sejarah perkembangan Islam di manapun juga, senantiasa memperlihatkan jalinan antara dua hal, yaitu sistem indi­ vidu (perorangan) dan sisi kemasyarakatan (sosial). Kedua hal itu harus dimengerti benar, kalau kita menginginkan penge­ tahuan mendalam akan agama tersebut. Kalau hal ini telah di­ laksanakan, maka akan kita lihat beberapa kemungkinan untuk pengembangan lebih jauh. Tentu saja ada yang menyanggah ... Read More »