Thursday , 31 December 2015
follow twitter kami di @santriGD

Monthly Archives: June 2015

Penafsiran Kembali “Kebenaran Relatif”

© istimewa

Oleh: Abdurrahman Wahid Dalam dialog dengan para mahasiswa di Samarinda akhir Januari lalu, lagi­lagi keluar sebuah pertanyaan yang di mana­mana penulis hadapi, terutama dari kalangan anak muda. Seorang mahasiswa bertanya; mengapa penulis tak mau menerima sesuatu yang dianggap sebagai pendirian Islam, umpamanya saja mengenai kehadiran “negara Islam”? Nah, jawaban atas pertanyaan itu, penulis kemukakan dalam tulisan ini untuk dipikirkan bersama. ... Read More »

Melanjutkan Kembali Perjuangan Gus Dur

gus dur

Oleh: Puput Noer Fitri Hasanah* Semenjak berpulangnya Gus Dur kehadirat ilahi, namanya selalu dikenang oleh siapapun, karena jasanya yang begitu besar, terutama dalam merawat dan menjaga persatuan bangsa Indonesia. Bahkan, pada bulan Desember, oleh para sahabat dan murid-muridnya, bulan tersebut dikenang sebagai “Bulan Gus Dur”. Sebagaimana yang diketahui bahwa Gus Dur wafat pada bulan tersebut (lebih tepatnya pada tanggal 30 ... Read More »

Gus Dur bertutur tentang Kebudayaan di Indonesia (3)

G

    Video Gus Dur yang yang mengemukakan pendapatnya tentang ekonomi yang harus ditopang dengan budaya dan agama. Pendapat Gus Dur ini juga di sambut baik oleh K. H. AR Fachrudin, mantan Ketua Umum Muhamadiyah yang lahir di Pakualamn, Yogyakarta.   Terima kasih kepada sahabat Taufik Ismail yang sudah mengupload video ini di : (https://www.youtube.com/watch?v=WsgJAv1Jjcs) Read More »

Islam dan Hak Asasi Manusia

© istimewa

Oleh: Abdurrahman Wahid Tulisan­tulisan yang menyatakan Islam melindungi Hak Asasi Manusia (HAM), seringkali menyebut Islam sebagai agama yang paling demokratis. Pernyataan itu, seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Justru di negeri­-negeri muslimlah terjadi banyak pelanggaran yang berat atas HAM, termasuk di Indonesia. Kalau kita tidak mau mengakui hal ini, berarti kita melihat Islam sebagai acuan ideal namun sama sekali ... Read More »

Gus Dur Menggapai Publik

© istimewa

Oleh: Agung Hidayat Aziz* Di dalam ruang kerja Wahid ada beberapa pembantu Wahid termasuk Chaeruddin. Sempat hening sejenak. Kemudian Agum Gumelar mendekati Wahid yang penglihatannya kurang baik. “Saya Agum Gumelar, menteri Bapak, ingin menyampaikan pandangan dan saran. Kalau Presiden mengeluarkan dekrit, keadaan tidak akan bertambah baik, tapi semakin memburuk, dan ini juga menyangkut nama baik serta reputasi Presiden. Saran saya, ... Read More »

Yang Terbaik Berada di Tengah

© istimewa

Oleh: Abdurrahman Wahid Judul diatas diilhami oleh jargon populer: “Sebaik­-baik persoalan adalah yang berada di tengah (khairu al-umûr aus- âthuha).” Ia juga bisa mencerminkan pandangan agama Buddha tentang “jalan tengah” yang dicari dan diwujudkan oleh penganut agama tersebut. Walaupun demikian, judul itu dimaksudkan untuk mengupas sebuah buku karya tokoh Syi’ah terkemuka Dr. Musa al-Asy’ari, “Menggagas Revolusi Kebudayaan Tanpa Kekerasan” – ... Read More »

Gus Dur dan Pergulatan Sastra

©istimewa

Oleh: Mohammad Pandu* Barangkali, sastra sudah masuk di urutan keempat dalam daftar hal-hal yang Gus Dur cintai, setelah agama, bangsa dan keluarganya. Sastra merupakan salah satu bagian yang sulit dipisahkan dari sosok Gus Dur. Hobi membaca Gus Dur yang kuat dan ketertarikannya pada soal-soal kemanusiaan, membuatnya berada pada pilihan sulit untuk tidak memilih sastra sebagai bahan bacaan wajibnya. Sebab sebagian ... Read More »

Islam: Perjuangan Etis atau Ideologiskah?

© istimewa

Oleh: Abdurrahman Wahid Pada suatu pagi selepas olahraga jalan­jalan, penulis diminta oleh sejumlah orang untuk memberikan apa yang mereka namakan “petuah”. Saat itu, ada Kyai Aminullah Muchtar dari Bekasi, sejumlah aktifis NU dan PKB dan sekelompok pengikut aliran kepercayaan dari Samosir. Dalam kesempatan itu, penulis mengemukakan pentingnya memahami arti yang benar tentang Islam. Karena ditafsirkan secara tidak benar, maka Islam ... Read More »

NU dan Negara Islam (2)

© istimewa

Oleh: Abdurrahman Wahid Ketika berada di Makassar pada minggu ke tiga bulan Februari 2003, penulis di wawancarai oleh TVRI di studio televisi kawasan tersebut, yang direlay oleh studio­studio TVRI seluruh Indonesia Timur. Penulis memulai wawancara itu dengan menyatakan, menyadari sepenuhnya bahwa masih cukup kuat sekelompok orang yang menginginkan negara Islam (NI). Pengaruh almarhum Kahar Mudzakar[1] yang dinyatakan meninggal dalam paruh ... Read More »

NU dan Negara Islam (1)

© Istimewa

Oleh: Abdurrahman Wahid Sebuah pertanyaan diajukan kepada penulis: apakah reaksi NU (Nahdlatul Ulama) terhadap gagasan Negara Islam (NI), yang dikembangkan oleh beberapa partai politik yang menggunakan nama tersebut?[1] Pertanyaan ini sangat menarik untuk dikaji terlebih dahulu dan dicarikan jawaban yang tepat atasnya. Ini berarti, keingintahuan akan hubungan NU dan keadaan bernegara yang kita jalani sekarang ini dipersoalkan orang. Dengan kata ... Read More »