Gus Dur dalam Pena

TAN ABDURRAHMAN WAHID

imlek“Saya ini keturunan Cina, ini jujur. Leluhur saya Tan Kim Han,” demikian pengakuan Gus Dur.

Silsilahnya sebagai berikut, Tan Kim Han tersebut adalah Dubes Cina untuk Majapahit, yang saat itu diperintah oleh Raja Brawijaya V. Kemudian turunannya hingga sekarang, yakni keturunan dari putri Campa, seorang putri Cina yang lahir di Kamboja dan dikirim ke Indonesia untuk menjadi selir Brawijaya V. Dari putri ini kemudian lahir Raden Patah. Ibu putri Campa ini memiliki anak di antaranya putri, yang kemudian dikawinkan dengan Tan Kim Han, dan dari mereka inilah melahirkan leluhur-leluhur Gus Dur.

“Makanya, kalau ada ribut-ribut anti Cina, saya agak dongkol juga. Wajar, wong saya membela leluhur saya. Saya tidak terima, karena di Indonesia ini tidak ada yang asli, semua ‘gado-gado’,” kata Gus Dur suatu ketika.

Di sisi lain, Gus Dur juga keturunan Arab. Karena anak dari Tan Kim Han menikah dengan anak perempuan dari Maulana Ishak. Dari situlah kemudian lahir leluhur-leluhur Gus Dur.

“Saya ini keturunan Arab dan China gabung jadi satu, menjadi orang Jawa. Jadi ada teman saya di Jakarta yang ngerti sejarah, kalau panggil saya Tan Gus Dur. Karena dia tahu kalau saya dari marga Tan,” demikian jelas Gus Dur.

*Pidato Gus Dur di depan Para Pengusaha keturunan Tionghoa Surabaya, 3 Juni 1999

 

Sumber: https://www.facebook.com/Iqbalkholidi.id

dan buka video Gus Dur diberi Gelar Bapak Tionghoa Indonesia. https://www.youtube.com/watch?v=1kzI9B7O12Y

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top