Celoteh Santri Gus Dur

Menjadi Gusdurian

©istimewa

©istimewa

Oleh: Viky Maulana*

Menjadi bagian dari gusdurian tentu tak sesulit menemukan jodoh bagi para jomblo deadliner. Iya, memang begitu mudah dan praktis pula, apalagi gusdurian Kota Malang, kita tinggal nimbrung diskusi atau kegiatannya dan kemudian perlahan mengetahui arah geraknya. Gusdurian bak laut yang menampung segala air dari beragam sungai, tak peduli apa latar belakangmu, agama, ras, atau sukumu, yang terpenting ente ndak terlibat di politik praktis dan mengamalkan 9 nilai sebagai landasan dalam berjuang.

Namun namanya juga komunitas tentu ada batasan di dalamnya, karenanya perlu diketahui bahwa gusdurian bukanlah komunitas kecil di sebuah kota atau kabupaten saja, melainkan jaringan nasional yang tersebar di beberapa kota/kabupaten di Indonesia.

Mengapa ada batasan, bukankah itu akan membatasi arah gerak gusdurian??? Jawabannya simple, mangga kan baik buat kesehatan, tapi kalau kita makannya kelewat batas ya alhasil mules melanda, maka dari itu perlu ada batasan sehingga kita tetap berjalan pada role atau tujuan awal dibentuknya jaringan-komunitas dalam aras kultural ini.

Untuk lebih dekatnya tentang sekilas profil serta aktivitas gerakan bisa kunjungi halaman rumah; www.gusdurianmalang.net atau www.gusdurian.net.

Dan, di sini saya akan berbagi sedikit kiat-kiat menjadi gusdurian yang “taat”, walaupun saya juga masih menjadi gusdurian yang newbie namun izinkanlah hamba yang dhoif ini berbagi tips yang barangkali dianggap sepele.. hehehe

Say No to Politik Praktis

Oke kita semua tahu bahwa Gus Dur juga merupakan seorang politikus, beliau pendiri Partai Kebangkitan Nasional (PKB), beliau juga pernah menjadi presiden RI. Namun mengapa kita Say No to Politik Praktis??? Jawabannya simple juga sebenarnya, karena gusdurian ada untuk wadah bagi para murid, pengagum, penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur dalam konteks kultural dan konsen pada persoalan kebangsaan, kemanusiaan dan keimanan. Hmm itu jawaban seriusnya, kalau jawaban guyonnya ya gini “kalau mau ikut meneruskan perjuangan Gus Dur lewat jalur politik praktis nggeh ikut Mbak Yenny, tapi kalau mau meneruskan perjuangan Gus Dur lewat kultural nggeh ikut Mbak Alissa Wahid”.

Jangan Lupa 9 Nilai

Sembilan nilai Gus Dur sebagai salah satu hasil simposium pemikiran-perjuangan Gus Dur bukan perkara kita hafal dan tahu saja, bukan!!! Saya paham kok kalau menghafal 9 nilai Gus Dur lebih mudah ketimbang menghafal deretan nama mantan pacar beserta hari kelahirannya. Namun persoalannya bukan soal hafal menghafal  9 nilai saja, melainkan bagaimana 9 nilai ini bisa kita pahami dan mempraktekkan dalam melanjutkan perjuangan Gus Dur. Nah, untuk itu ayo bareng-bareng belajar dan saling mengingatkan untuk tetap menggunakan 9 nilai Gus Dur, dalam setiap aktivitas langkah gerakan kita, baik dalam hal kerja personal atau komunal (komunitas).

Wajib Gila

Bagaimana kita bisa dikategorikan gusdurian yang taat kalau kita tidak gila seperti Gus Dur. Ya menjadi gila, kita harus gila dalam membaca baik berupa textbook atau membaca keadaan sosial. Terus kita juga harus gila menulis untuk menebar perdamaian dan melawan ujaran-ujaran kebencian. Mengapa demikian??? Kan lucu saja, kalau kita ngaku-ngaku gusdurian tapi enggan membaca dan menulis, hmm terkecuali bagi mereka yang gusduriannya momentuman hehehe.. peace

Bisa Guyon

Dalam poin terakhir saya akan menempatkan humor, karena yang terpenting bagi saya ya poin 1,2 dan 3 selebihnya sunnah, hehehe. Gus Dur merupakan seorang yang humoris, banyak pula buku yang tentang kumpulan humor beliau. Nah, rasanya kurang afdhol kalau kita gusdurian tapi ndak punya humor value. Guyon memang identik dengan Gus Dur, namun guyonnya gusdurian juga harus cerdas dan ada unsur 9 nilai dong. Benar, kalau kita telusuri tidak ada humor Gus Dur yang merendahkan orang lain atau kelompok. Yang perlu diingat adalah membuat orang bahagia atau tertawa itu baik sekali namun bukan lantas membuat kita menertawakan segala hal bukan???

Ya itulah beberapa ulasan yang bisa saya sharing kepada kawan-kawan sekalian. Semoga bisa bermanfaat buat semua, kalau pun tidak bermanfaat tenang saja, masih bermanfaat kok bagi saya sendiri hehehe. Terakhir, mari kita tegas dalam bersikap dan lunak dalam bertindak!!!

 

*Viky Maulana. Penulis adalah pendobrak kebuntuan di Gusdurian Malang, dan sedang jalan-jalan meneliti tentang Interest Komunitas Ahmadiyah.

Tulisan ini sepenuhnya diambil dari http://www.gusdurianmalang.net/2016/02/menjadi-gusdurian.html

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top