Gus Dur dalam Pena

Perjumpaan Gus Dur dengan Nabi Muhammad

Inilah hasil kultwit pengajian di Majlis Sholawat Gusdurian malam ini, 25 Maret 2015. Silahkan disimak.

  1. Pengajian malam ini, di Majlis Sholawat Gusdurian diisi oleh Ust. @IrwanMasduqi. #Sholawatan
  2. Beliau menjelaskan terkait sholawat dan peran Gus Dur. Yakni perjumpaan antara perjuangan Gus Dur dan Perjuangan Nabi Muhammad Saw. #Sholawatan
  3. Bagaimana cara Gus Dur mengikuti Nabi Muhammad? “kayfa an yattabi’u Gus Dur ila Nabi Muhammad. Itulah inti pengajian malam ini. #Sholawatan
  4. Saat ini memang majlis sholawat menjamur dimana-mana. Tetapi di dalam majlis itu sirah nabawiyyah kurang digali secara mendalam. #Sholawatan
  5. Orang yang datang hanya ingin bergoyang. #Sholawatan
  6. Tetapi berbeda dengan di Majlis Sholawat Gusdurian ini, dimana selain ada shalawat, juga sirah nabi digali. #Sholawatan
  7. Di dalam al-Qur’an dan hadis, Nabi diutus ke muka bumi ini tak lain sebagai “rahmatan lil’alamin”. Merahmati semua makhluk yang ada di bumi ini. #Sholawatan
  8. Dan juga tidak diutus kecuali “liutammima makarimal akhlak”. #Sholawatan
  9. Kalau kembali kepada alqur’an, visi misi rahmatan lil’alamin itulah yang diperjuangkan oleh Gus dur dan Gusdurian. #Sholawatan
  10. Di dalam hadis shahih muslim, bab al-qiyam janazah. Suatu hari ada janazah yang datang lewat depan rumah nabi, kemudian nabi berdiri.
  11. Namun Sahabat mengatakan,” Wahai nabi, itu mayat Yahudi lho”. #Sholawatan
  12. “Alaysat nafsak”, apakah dia tidak manusia?”jawab nabi. #Sholawatan
  13. Sebab itu, Menghormati Non Muslim bukanlah ajaran liberal, tetapi ajaran Nabi Saw. #Sholawatan
  14. Setelah Nabi Muhammad wafat, Abu Bakar sowan kepada Aisyah, istri termuda nabi. “wahai Aisyah kira2, apa ajaran rasul yang belum aku lakukan”. Tanya Abu Bakar kepada Aisyah. #Sholawatan
  15. Memberi dan menyantuni pengemis yang ada di Madinah.”Jawab Aisyah. #Sholawatan
  16. Padahal, pengemis itu suka mencaci rasul. Nabi Muhammad dikata-katain oleh pengemis itu sebagai pembohong, pendusta, dan caci maki lainnya. #Sholawatan
  17. Padahal sewaktu Nabi masih hidup, beliau selalu menyuapi orang Yahudi (yang buta dan ngemis) tersebut. #Sholawatan
  18. Nah, disaat Abu Bakar mencoba menyuapi si pengemis tadi, pengemis tersebut mengelak. #Sholawatan
  19. “engkau pasti bukan orang yang biasanya menyuapiku, karena suapannya berbeda.” #Sholawatan
  20. Orang yang menyuapiku suapannya halus, tidak kasar seperti mu. #Sholawatan
  21. Iya, maaf. Yang selama ini menyuapimu adalah Nabi Muhammad. #Sholawatan
  22. Orang Yahudi tersebut pun tersentak dan akhirnya masuk islam. #Sholawatan
  23. Gus Dur pun sama. selalu dicaci maki selama hidup, banyak yang mencaci maki Gus Dur, bahkan hingga saat ini ada orang2 yang tdk suka dg beliau. #Sholawatan
  24. Namun, Gus Dur orangnya santai. Ketika dicacimaki dtimpali dengan pernyataan; “Gitu aja kok repot”. #Sholawatan
  25. Hal itu karena sifat rasul yang melekat pada jiwa Gus Dur. #Sholawatan
  26. Di samping itu, Gus Dur mirip dengan Nabi Muhammad. yaitu humoris. #Sholawatan
  27. Kalau saat ini ada NU Garis Lurus, tetapi berbeda dengan Gus Dur. Gus Dur itu NU Garis Lucu..hehehe. #Sholawatan
  28. Nabi Muhammad di dalam sirahnya diceritakan sebagai sosok orang yang banyak senyumnya, bukan ngakak. #Sholawatan
  29. Suatu hari ada orang yang tua renta yang datang kepada rasul. Apakah orang seperti saya ini bisa masuk surga wahai nabi? #Sholawatan
  30. Nabi menjawab, tidak. Orang tua tersebut pun menangis. #Sholawatan
  31. Lalu Nabi menyuruh Abu Bakar untuk mendatangi orang tua tadi ke rumahnya. Untuk mngatakan. #Shalawatan
  32. kalau di surga itu tidak ada orang yang tua seprtimu. Semua akan kembali seperti waktu muda. #Sholawatan
  33. Bagaimana Nabi Muhammad diikuti oleh Gus Dur? Selain santri, muslim juga negarawan. #Sholawatan
  34. Menurut teori yang saya baca (dari al-Qorowi), di dalam ushul fikih, di samping nabi sebagai pribadi yang maksum, terhindar dari salah dan dosa,
  35. Tetapi nabi juga sebagai pemimpin (manusia) yang bisa salah. #Sholawatan
  36. Pernah suatu ketika Abu Bakar dan Umar berbeda pendapat. Dan Nabi membenarkan Abu Bakar. #Sholawatan
  37. Lalu turunlah wahyu yang menyalahkan kebijakan rasul tersebut. Di dalam wahyu itu membenarkan argumen dari Umar. #Sholawatan
  38. Nabi lalu bersabda, “Jika ada rasul setelah ku, maka Umar bin Khatab lah dia.” Karena sosok Umar yang tegas dan bijaksana. #Sholawatan
  39. Dalam hal pertanian juga rasul pernah salah. Nabi ditanya soal kurma. Kemudian muncul pernyataan, “Antum a’lamu bi’umuri dunyakum”.
  40. Kamu lebih tahu urusan duniamu. #Sholawatan
  41. Disinilah al-Qorowi, yang mengatakan, Nabi juga manusia, di samping kita mengikutinya juga krtisisme nalar kita juga digunakan. Jadi tidak harus nurut. #Sholawatan
  42. Contoh kecil ketika Nabi ketika makan menggunakan tiga jari. #Sholawatan
  43. Karena orang Arab makan pokoknya kurma, masak kita ingin tiru Nabi makan soto ya menggunakan tiga jari. Hehehe. Tdk mungkin kan? #Sholawatan.
  44. Sama halnya dg pakaian jubah. Karena kondisi di Arab itu memang panas.
  45. Jadi pakai jubah itu bukan ajaran Islam, tetapi Rasulullah sebagai nabi yang berada di Arab. #Sholawatan
  46. Abu Jahal dan Abu Lahab juga pakai jubah. Tetapi yang membedakan adalah perilakunya. #Sholawatan
  47. Kalau ada yang pakai jubah ttp perilakunya tdk baik itu berarti tiru Abu Jahal. #Sholawatan
  48. Sebab itu, jadi orang jangan hanya apal quran dan hadis saja. Yang hanya memahami alquran hadis secara harfiah. #Sholawatan
  49. Tetapi juga harus paham asbabul wurudnya. #Sholawatan
  50. Seperti kasus isbal, jenggot, dan lain sebagainya. Kita harus tahu apa itu asbabul wurudnya hadis-hadis tersebut. #Sholawatan
  51. Disitulah kita diajarkan tdk hanya belajar syari’at saja, tetapi juga harus belajar hakikat dan makrifat. Jadi jangan hanya belajar simbol ttp juga substansi. #Sholawatan
  52. Sepertihalnya hukum itu selalu berubah sesuai dengan perubahan zaman dan tempat. #Sholawatan
  53. Nabi diikuti Gus Dur dg pemahaman tasawuf dan usul fikih. Sehingga Gus Dur meniru Nabi Muhammad sesuai dg tradisi kita, sprti gagasan Gus Dur dalam pribumisasi islam, misalnya. #Sholawatan
  54. Jadi ngaji juga sak pranatane lan ngaji ilmune. #Sholawatan
  55. Ngaji itu harus sampai ke substansinya, sehingga Islam di Indonesia itu bisa diterima oleh semua kalangan. #Sholawatan
  56. Semoga Sholawatan malam ini berkah. Amien Yaa Rabbal ‘Alamin. #Sholawatan
1 Comment

1 Comment

  1. Azhar lubis

    March 13, 2016 at 5:29 am

    Kamu itu liberal, kamu buat agama ini jadi olok-olokan seperti gusdurmu itu . Sudah jelas salah malah di bela . Kamu harus memahami hadits yang kamu bilang itu dulu dengan betul !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top