Haul Gus Dur

Pers Rilis Satu Dekade Haul Gus Dur di Yogyakarta

@santrigusdur

Gus Dur hingga saat ini lebih dikenal sebagai intelektual, negarawan, dan juga seorang tokoh yang gencar menyuarakan gagasan pluralisme. Satu dekade sepeninggal Gus Dur, beliau belum banyak dikenal sebagai budayawan. Padahal melihat realitas masyarakat Indonesia hari ini yang berjarak dikarenakan sekat-sekat relasi yang semakin kokoh terbangun. Ditengarai pula ekslusivisme yang menyebabkan timbulnya sikap intoleransi dan ekstremisme. Gagasan Gus Dur mengenai ‘kebudayaan’ masih relevan dipelajari dan diperbincangkan untuk mendorong upaya mempererat relasi masyarakat melalui strategi kebudayaan.

Bagi Gus Dur kebudayaan tidak sekadar artefak-artefak sejarah atau simbol-simbol tradisi. Lebih dari itu, Gus Dur memberikan penegasan makna kebudayaan sebagai ‘cara hidup masyarakat’. Pada titik itulah relasi masyarakat terus dipererat dalam koridor semangat kemanusiaannya. Sebab kebudayaan bersifat dinamis menyesuaikan zaman yang mana kerangka meneguhkan kemanusiaan termuat di dalamnya.

Demi tersebarnya gagasan kebudayaan Gus Dur, konsolidasi gerakan masyarakat sipil diperlukan. Momentum Satu Dekade Haul Gus Dur merupakan salah satu usaha awal dari GUSDURian Yogyakarta untuk menyebarluaskan gagasan kebudayaan Gus Dur. Sehingga pada tahun ini tema yang diangkat dalam Satu Dekade Haul Gus Dur  di Yogyakarta adalah “Menggerakkan Kebudayaan, Meneguhkan Kemanusiaan”.

Melalui rangkaian kegiatan Satu Dekade Haul Gus Dur yang berlangsung dari tanggal 16 Februari 2020 hingga 27 Februari 2020 dilaksanakan berbagai agenda untuk menyebarluaskan gagasan kebudayaan ala Gus Dur. Sebanyak 8 Pondok Pesantren di antaranya Pesantren Bumi Cendikia, As-Salafiyah Mlangi, Aswaja Nusantara, Al Muhsin, Ali Maksum Komplek H, Nurul Umahat, Nailil Ula dan Kaliopak telah antusias bekerjasama dalam pelaksanaan tahlil yang dihadiri ratusan santri dan masyarakat sekitar. Pada rangkaian tahlil juga diadakan bincang seputar khasanah pemikiran Gus Dur yang dapat diteladani. Yang menarik dalam agenda yang bertajuk Tahlil Keliling ke 8 Pesantren tersebut ialah diserukannya secara bersama-sama Syiir Tanpo Wathon. Seruan syiir tanpo wathon menjadi satu wujud proses berkebudayaan bersama, di mana nilai-nilai yang terdapat dalam syiir tanpo wathon merupakan medium agama dan budaya yang sebetulnya tidak pernah saling bertentangan. Agama kata Gus Dur senantiasa meminjam budaya demi terserapnya nilai ataupun ajaran di dalamnya kepada suatu masyarakat yang menganutnya.

Agenda yang juga bertujuan menyebarluaskan gagasan Gus Dur adalah Ziarah Pemikiran Gus Dur. Dilaksanakan di 8 kantong epistemik, inti kegiatan tersebut yaitu bedah buku dan diskusi buku-buku Gus Dur. Buku Gus Dur yang dimaksud berupa karya Gus Dur maupun hasil dari tulisan para pengagum ataupun tokoh-tokoh yang menyelami pemikirannya. Bekerjasama dengan kalangan yang beragam seperti Yayasan Syantikara, PolGov UGM, Sarang Building, Pura Jagadnatha, ISAIs, Campus Ministry Sanata Dharma, LKiS dan GKI Gejayan. Beberapa buku yang diperbincangkan antara lain “Gus Dur di mata perempuan”, “Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan”, “Gus Dur Menjawab Perubahan Zaman”, “Menjerat Gusdur”, “Sang Kosmopolit”, “Dialog Peradaban: untuk toleransi dan perdamaian”, “Membaca Sejarah Nusantara” dan “Hari-hari Terakhir Gus Dur Di Istana Rakyat”. Dibedah dan didiskusikan dengan para tokoh yang bersinggungan langsung secara fisik maupun secara pemikiran dengan Gus Dur. Ziarah Pemikiran Gus Dur bukan produk kegiatan yang diusung oleh GUSDURian Yogyakarta saja, melainkan memerankan berbagai pihak yang tetap dan ingin terus melanjutkan pemikiran Gus Dur. Sampai saat ini sudah ribuan peserta ikut berpartisipasi dalam mendalami pemikiran Gus Dur.

Selain itu, rangkaian kegiatan Satu Dekade Haul Gus Dur mempertimbangkan perluasan gagasan dan nilai Gus Dur di kantong-kantong perkotaan dan perdesaan. Demi mewujudkannya acara Festival Kampung berupa nonton bareng dan diskusi film bersama warga, pertunjukkan mural, dan lain-lain dihelat di beberapa titik desa di DIY, seperti Desa Guwosari, Warung Sega Boran Bodhag di Bantul, Wisna Salam, Dusun Putat Playen, Panggungharjo, Gondolayu dan Kampung Kroyan yang tersebar di Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta. Sedangkan dalam rangka untuk menyasar masyarakat perkotaan kegiatan Urban Fest yang berupa pameran foto-foto Gus Dur diselenggarakan beberapa hari di tempat yang berbeda-beda, seperti di 3 cabang Kafe Basa-Basi dan yang akan datang akan dipamerkan foto Gus Dur di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. Di sanalah pijakan awal perkenalan dan persinggungan dengan pemikiran Gus Dur diharapkan terjadi.

Hingga puncak rangkaian dari kegiatan ini akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran pada 27 Februari 2020. Dihadiri Dr. (HC). Ny. Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid atau Ibu Negara sekaligus istri Gus Dur, acara utama dari perhelatan puncak Satu Dekade Haul Gus Dur akan dikawal seorang dalang yang akan memainkan wayang sekaligus mengatur alur cerita yang dipertunjukkan. Sebelum wayangan sebagai acara utama dilangsungkan, pada pagi hingga sore hari khotmil Qur’an dilangsungkan, sedangkan pada siang hari secara bersamaan 1000 santri melukis Gus Dur akan dijadikan pertunjukkan dan agenda yang tidak kalah menarik. Target peserta dalam malam puncak Satu Dekade Haul Gus Dur ini ialah 5000 orang yang terdiri dari santri, jejaring yang telah bekerjasama dalam rangkaian acara sejak Januri, dan juga khalayak umum yang akan datang.

“Harapannya dari adanya kegiatan ini kita, panitia dan masyarakat pada umumnya bisa meneladani apa yang sudah Gus Dur perjuangkan. Selain itu ya semoga jembatan penghubung antar kelompok bisa terbangun dengan kokoh” Pungkas Bakhru sebagai ketua Pelaksana Satu Dekade Haul Gus Dur.

Official Social Media Panitia Satu Dekade Haul Gus Dur:

Instagram        : @Santrigusdur

Twitter             : @SantriGD

Fanspage FB  : Santri Gus Dur

WhatsApp       : 082371190835 (Rosa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top