foto santri

Ngabuburit Gus Dur: Upaya Melestarikan Pemikiran Gus Dur

Yogyakarta, SantriGusDur.com. Selama bulan Ramadhan menjelang buka puasa, Komunitas Santri Gus Dur mengadakan diskusi ngabuburit Gus Dur. Diskusi rutin ini diadakan di Griya Gusdurian, Timoho-Gendeng Yogyakarta, mulai dari tanggal 1 hingga 20 Ramadhan, dan ditutup dengan khataman pada Selasa kemarin (7/7).

Muhammad Autad An Nasher, Koordinator Ngabuburit Gus Dur menjelaskan, Gus Dur memang sudah wafat, akan tetapi gagasan dan pemikiran beliau tidak akan pernah usang dan selalu genuine untuk diperbincangkan. Hal tersebut terlihat dari antusias peserta diskusi tiap sore yang terdiri dari banyak kalangan.

“Jadi, peserta diskusi ngabuburit itu terdiri dari berbagai latar belakang, ada yang memang awam banget soal siapakah Gus Dur itu, sehingga ia penasaran dan ingin mengkaji gagasan dan pemikirannya, ada juga peserta yang benar-benar ngefans berat dan banyak baca soal pemikirannya, jadi sekalian nimbrung, urun tukar ide.“Tangkasnya.

Muhammad AutadAn Nasher, yang sering dipanggil Autad juga mengungkapkan bahwa tujuan dari diskusi ini, sepertihalnya di pesantren-pesantren ketika puasa tiba, ada semacam tradisi ngaji pasanan. “Ngaji pasanan merupakan tradisi di pesantren yang masih mengakar kuat sampai sekarang, dan kami selaku murid dan santri dari Gus Dur ingin menggali pemikiran beliau secara lebih ala pasanan di pesantren. Para pemantik diskusi pun dari alumni Kelas Pemikiran Gus Dur Yogyakarta yang kemudian tergabung dalam Komunitas Santri Gus Dur.”Jelasnya.

Pada sore hari, Ngabuburit Gus Dur menurut Autad ada 20 tema besar yang dikupas. Mulai dari membicarakan Gus Dur di mata perempuan, Gus Dur dan Islam nusantara serta gagasannya tentang negara Islam itu bagaimana, ada juga tentang Gus Dur dan geo politik luar negeri, karena tentu kita tahu apa saja sebenarnya tujuan dari Gus Dur selama menjabat sebagai presiden berkeliling ke-80 negara selama 22 bulan, hingga ditutup dengan sebuah epilog yang mengangkat tema spiritualisme Gus Dur.

Harapan Autad, semoga Ramadhan tahun depan dan seterusnya, diskusi ngabuburit Gus Dur selalu ada dan bisa ditiru oleh teman-teman lain, terutama yang tergabung pada Komunitas Jaringan Gusdrian, karena Gus Dur adalah sosok yang dengan pemikirannya dapat mengubah wajah Indonesia menjadi bangsa yang bisa menghargai perbedaan, menjaga toleransi dan keberagamaan, serta mampu menginspirasi para santri dan umat Islam secara luas untuk berpikir terbuka dan kosmopolit.

Acara ngabuburit Gus Dur pun mendapat apresiasi dari Alissa Wahid, selaku koordinator Jaringan Gusdurian nasional. Melalui akun twitternya, @AlissaWahid, berucap, “waaah… selamat! Semoga berkah, menambah kesiapan kita utk menjadi manusia utama: yang bermanfaat bagi sesama.”TuturAlissa melihat kesuksesan pada acara penutupan, khataman ngabuburit. (red)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top