Celoteh Santri Gus Dur

Sepotong Puisi untuk Gus Dur

Oleh: Muhammad Autad An Nasher

 

Fisikku  Memang Lemah

Tapi  Nyali Ku Tak Pernah Punah

22 Bulan Memimpin Bangsa

10 Perubahan Siap Menerkam Mangsa

Kesederhanaan yang Ku Punya

Tidur Di Jalan Sudah Biasa

Kemewahan Bukan Lagi Ku Puja

Jabatan Melekat Sirna pun Tak Apa

Tuhan Tak Perlu Dibela

Karena Dia Maha Kuasa

Kritik Caci Tak Menyesakkan Dada

Lawan ataupun Kawan Tak Ada Beda

Aku Memang Cucu Pendiri NU

Satu Langkah Diuntungkan  Itu

Tak Ada Artinya Punya Darah Biru

Hanya Sekedar Dipuja Tak Ada Mutu

Ziarah Kubur Buatku Tafakkur

Hiraukan Saja yang Bilang Kufur

Mereka Sedikit-sedikit Mengatakan Bid’ah

Tak Ada Tujuannya Selain Memecah Belah

Toleransi Harus Dijunjung Tinggi

Pelangi Kehidupan Jangan Dinodai

Agama Ada Bukan Untuk Anarki

Cinta Damai Anti Diskriminasi

Islam itu Rahmatan lil ‘alamin

Bukan Hanya Rahmatan lil Muslimin

Mengajarkan Rahmah Bukan Amarah

Suka Berbagi, Fitnah Kan Punah

Suka Main Pukul Tidaklah Terpuji

Lebih Baik Pentung Disimpan Di Laci

Mengajarkan Kebaikan dengan Cara yang Baik

Menuhankan Selain Tuhan adalah Syirik

Aku Bukan Kiai, Apalagi Wali

Aku Hanya Seorang Santri yang Suka Ngaji

Munculnya Konflik Karena Dengki

Merasa Pintar Mengedepankan Gengsi

 

*Pendapa Lkis-Yogyakarta, 30-11-2013

3 Comments

3 Comments

  1. Rizal

    December 31, 2015 at 1:12 am

    Izin share nggeh

    • admin

      January 3, 2016 at 12:30 pm

      Monggo mas..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top